Minggu, 11 Oktober 2009

Sakit Menggerogoti Setiap Selku


Entah ini sakit yang keberapa kali..
Setiap mendekati ujian sakit selalu menyapa, singgah, dan susah diusir pula..
Kali ini maag (baru muncul) dan Bronchitis (teman lama saat kecil dulu) datang bersamaan..
Tak tanggung, seminggu penuh tanpa kegiatan..
Sesekali masuk ke Sanatha Dharma hanya demi memenuhi ujian..
UGM?? Bolos plong!!

Biaya yang dihabiskan pun ga main-main..
Setiap semester sakit 2x dan menghabiskan biaya antara 500rb sampai 1jt setiap sakit..
Salut dan kasihan melihat orang tuaku yang tabah tapi bersedih..
"Kenapa sakit lagi kau Bapa? Padahal jauh kami di sini. Gimanalah kau sendiri di sana sakit ga ada yang merawat?"
*"Bapa" itu panggilan kesayangan orang Batak untuk anak laki-lakinya.."*
Seberapa pun sakitnya aku, aku tau Mama dan Bapak itu merasa lebih sakit..
Sakit di hatinya..
Bukan masalah uang (walau tetap aja masalah sih), tapi mendengar anaknya sakit tanpa bisa berbuat apa-apa, hanya semangat dan nasihat dari telefon..
Inilah risiko jadi anak rantau..

Kemarin aku beberapa kali ke RS Bethesda Yogyakarta untuk berobat..
Alhasil, layaknya koleksi, berbagai macam obat sudah kukonsumsi..
Ini daftarnya:
  • AP Caps
  • Rhinos SR Caps
  • Cefadroxil 500mg Caps
  • Bisolvon 8mg Tab
  • Cetrizine 10mg Tab
  • Salbron EXP
  • Somerol 4mg Tab
  • Loratadine 10mg Tab
  • Inpepsa 500mg/5ml Syr
  • Fluimucil 200mg Caps
  • Ventolin 2.5mg/ml
  • Fuxotide 0.25mg/ml
  • Cetrinal 10mg Tab
  • Omeprazole 20mg Caps
  • Dextromethorpan 15mg
Kadang aku berfikir: APAKAH AKU AKAN MATI JIKA TANPA OBAT?

1 komentar:

  1. hush! ngeri amat pikiranmu bang.. -__-"

    everything is possible with God.. kubantu doa bang.. yes, u can.. :)

    BalasHapus